SUARA GURU : IDE DAN MASUKAN GURU JIKA SEKOLAH DIBUKA KEMBALI

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Wahana Visi Indonesia melakukan survei “Suara Guru” di masa Pandemi Covid-19. Penelitian atau survei ini dilakukan untuk mengentahui persepsi guru tentang situasi sekolah akibat pandemi, kekhawatiran dan permasalahan guru serta kebutuhan dan ide guru.

Fokus penelitian ini dilakukan pada Sekolah Luar Biasa (SLB) beserta guru di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Pengambilan data dilakukan pada 18 Agustus-5 September 2020 melalui survei daring yang melibatkan 27.046 guru dan tenaga kependidikan di seluruh provinsi di Indonesia.

Dalam survei yang melibatkan puluhan ribu guru tersebut terdapat berbagai ide dan masukan dari para guru dan tenaga kependidikan jika memang pemerintah berencana membuka kembali sekolah atau pembelajaran tatap muka.

Pertama, guru mengharapkan adanya pengembangan kapasitas psikososial dan metode ajar baru bagi guru. Kedua guru meminta adanya keterlibatan komunitas pendidikan dan orang tua. Ketiga harus adanya kepemimpinan aktif dan mengambilan keputusan berdasarkan data.

Selanjutnya, guru meminta adanya fleksibelitas penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan memprioritaskan protokol kesehatan. Terakhir, guru berhaap adanya dukungan administrasi teknis lapangan, dan kerjasama berbagai lembaga dan pemerintah.

Sementara itu untuk guru SLB dan daerah 3T, para guru mengharapkan adanya perhatian khusus pada kebutuhan pendidikan khusus (SLB) dan daerah 3T.

Daerah 3T juga mengharapkan adanya penambahan guru, listirk, internet dan buku untuk sekolah mereka. Sementara guru SLB meminta adanya pembangunan SLB serta pendidikan vokasi dan pendidikan khusus bagi guru yang mengajar di SLB