SAAT PEMBELAJARAN TATAP MUKA DIRJEN GTK MINTA GURU JANGAN LANGSUNG TANCAP GAS

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Iwan Syahril meminta guru tidak langsung “tancap gas” saat siswa benar-benar diperbolehkan mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka.

“Pembelajaran teaching and learning (pembelajaran tatap muka), kita harus memperhatikan juga. Guru jangan langsung mengajarkan materi, langsung mengajar konten, tapi terlebih dahulu memperhatikan kondisi phyicososial peserta didik dan guru itu sendiri,” tutur Iwan dalam “peluncuran Seri Webinar Persiapan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021”, Kamis (3/12/2020).  

Menurut Dirjen, sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran, sebaiknya guru melakukan asesmen penilaian kepada anak didiknya. Hal ini untuk bisa memetakan kemampuan peserta didik dan membentuk strategi agar terjadinya efektifitas pemahaman materi.

“Jadi Jangan langsung tancap gas dengan materi-materi yang selama ini mungkin sudah lama tidak tersampaikan dengan baik, lalu dikejar di kebut,’’ tutur dia.

Yang justru harus dilakukan, sambung Iwan, yaitu membina kondisi sosial emosional anak, kodisi psikososial mereka sebelum kemudian mereka merasa siap untuk belajar. Jadi pembiasaan ini lebih perlu didahulukan daripada “ngebut” mempelajari materi pembelajaran.

’’Kemudian bagaimana pembelajaran ketika kita tahu murid yang sudah lama tidak datang ke sekolah mungkin kondisi atau tingkat pemahaman itu berbeda-beda, mungkin ada yang di bawah rata-rata atau, ada yang sudah on the right track, ada yang sudah mungkin agak lebih maju dai teman-temannya. Ini membutuhkan strategi diferensiasi. Juga bisa dibantu oleh teman-teman yang mungkin lebih mampu dengan siswa-siswa yang tertinggal itu,’’ jelasnya.