PROGRAM GURU PENGGERAK ANGKATAN 2 DIRESMIKAN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) kembali membuka pendaftaran seleksi bagi calon Guru Penggerak angkatan ke-2 mulai 13 Oktober hingga 7 November 2020.

Pembukaan pendaftaran tersebut ditandai dengan adanya rapat koordinasi (rakor) yang digelar secara virtual oleh Kemendikbud, Selasa (13/10/2020) dan dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud, Iwan Syahril.

Menurut Direktur GTK PAUD, Santi Ambarukmi sebagai pemberi laporan terkait Zoom Webinar Rakor Program Guru Penggerak (PGP) angkatan 2,3 dan 4 tersebut kegiatan itu diikuti oleh 290 kepala dinas provinis dan kabupaten/kota yang ada di Indonesia.

“Pada zoom webinar rapat koordinasi Program Guru Penggerak (PGP) angkatan 2,3 dan 4 pada hari ini ditujukan untuk mensosialisasikan mengenai program guru penggerak kepada Dinas Pendidikan Provinsi serta kabupaten/kota sebagai upaya menciptakan profil pelajar pancasila” terang Santi.

Disamping itu juga, sambungnya, tujuan rakor tersebut untuk menginformasikan mengenai proses serta seleksi bagi guru-guru yang berminat menjadi calon guru penggerak. Juga kepada praktisi pendidikan lainnya yang ingin menjadi pendamping bagi guru penggerak ditahun 2021 mendatang.

“Hasil yang dicapai dari rakor ini adalah terinformasinya kebijakan program guru penggerak kepada dinas kabupaten/kota sehingga diharapkan banyak guru yang berminat dan bersemangat untuk menjadi guru penggerak pada tahun 2021 yang akan kita lakukan dengan tiga angkatan tersebut,” katanya.

Seperti halnya pada angkatan pertama, seleksi calon Guru Penggerak angkatan kedua akan dibuka untuk guru-guru jenjang TK, SD, SMP, dan SMA. Sedangkan untuk guru Sekolah Luar Biasa (SLB) pada angkatan kedua ini belum bisa mendaftar sebagai calon guru penggerak.

Daerah sasaran peserta dan pendamping Program Guru Penggerak angkatan kedua berada di 56 Kabupaten/Kota yang tersebar di enam pulau besar dan 22 provinsi.

Perencanaan ke depan, kuota calon guru penggerak dari setiap kabupaten/kota tidak akan dipatok 50 guru per kabupaten/kota, bisa lebih atau bisa kurang. Kelulusan akan ditentukan oleh hasil seleksi yang ada disesuaikan dengan kuota calon Guru Penggerak angkatan kedua yakni 2.800. Penentuan hasil seleksi  didasarkan pada nilai akhir peserta, proporsi guru, ketersediaan pendamping, jumlah kecamatan, serta jumlah kepala sekolah pensiun.

Sebagai informasi, pada tahap pertama, seleksi calon Guru Penggerak angkatan kedua akan dilaksanakan pada 20 s.d. 23 November 2020 dengan meliputi seleksi administrasi, biodata, tes bakat skolastik, dan esai.  Selanjutnya, pada tahap kedua yaitu pada 13 Januari s.d. 11 Maret 2021 akan meliputi simulasi mengajar dan wawancara. Tahap terakhir adalah pengumuman hasil seleksi calon Guru Penggerak angkatan kedua pada 20 Maret 2021.

Sedangkan untuk calon pendamping Program Guru Penggerak akan mulai dibuka pada 20 Oktober hingga 12 November 2020. Penilaian seleksi tahap pertama akan dilakukan pada 23 November hingga 4 Desember 2020 dan akan diumumkan hasil seleksi tahap pertama pada 10 Desember 2020. Selanjutnya, seleksi tahap kedua akan dilakukan pada 5 s.d. 25 Januari 2021 yang teridiri dari simulasi mengajar dan wawancara dan akan diumumkan hasilnya pada 29 Januari 2021.

Kriteria pendamping guru penggerak yang berasal dari guru harus Memiliki pengalaman mengajar minimal 10 tahun; Memiliki masa sisa pensiun 2 tahun; Pernah menjabat sebagai pemimpin pendidikan baik di sekolah maupun di luar sekolah (mantan Kepala Sekolah, wakil kepala sekolah, koordinator mata pelajaran, dsb) atau pengurus inti di organisasi lain luar sekolah misalnya dari Organisasi profesi, MGMP/KKG, Komunitas Guru, Kepramukaan, Organisasi Masyarakat.

Sementara itu, untuk Kepala Sekolah harus memiliki masa sisa pensiun minimal dua tahun, memiliki pengalaman mengajar minimal 10 tahun, dan memiliki pengalaman mentoring kepada guru. Untuk pengawas, harus memiliki masa sisa pensiun minimal dua tahun, memiliki pengalaman mengajar minimal 10 tahun, serta memiliki pengalaman mentoring guru atau kepala sekolah.

Pada angkatan kedua ini, Kemendikbud akan merekrut 76 pendamping dari 14 Kabupaten/Kota untuk memenuhi kuota pendamping Program Guru Penggerak angkatan pertama. Diantaranya dari Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Temanggung, Kota Malang, Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Ambon, Kota Tual, Kabupaten Bima, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Deli Serdang.

Program Guru Penggerak berbentuk pelatihan bagi guru, pelatih, kepala sekolah, dan pengawas sekolah, yang bertujuan untuk menghasilkan bibit-bibit unggul pemimpin Indonesia di masa yang akan datang. Generasi calon pemimpin Indonesia diharapkan dapat terwujud dengan memiliki tujuh karakteristik Profil Pelajar Pancasila, yakni mandiri, beriman dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, kreatif, gotong royong, berkebinekaan global, dan bernalar kritis.

Program Guru Penggerak dilakukan dengan pendekatan andragogi, yaitu dengan melibatkan peserta didik ke dalam suatu struktur pengalaman belajar dan berbasis pengalaman yang mana nantinya terdapat beberapa proses. Program ini dimulai dari proses rekrutmen bagi guru-guru terbaik yang mengaplikasikan diri mereka sebagai Guru Penggerak, dilanjutkan dengan diadakannya program pelatihan potensi kepemimpinan dan mentorship bagi peserta, kemudian sampai pada tahap kelulusan bagi mereka yang dianggap layak menjadi Guru Penggerak.

Pemerintah berharap dalam waktu lima sampai sepuluh tahun, program ini dapat meningkatkan martabat masyarakat Indonesia dengan meningkatnya kualitas pendidikan melalui banyaknya Guru Penggerak yang tersebar dan bermitra dengan pemerintah daerah. Karena itu ia mengimbau para guru untuk memikirkan dan menyiapkan mental sebelum bergabung menjadi Guru Penggerak.