Pengembangan Pembelajaran Inklusif Dengan Pendekatan Microlearning Berbasis
Teknologi Seluler

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Karakteristik pembelajaran inklusif cukup menyulitkan guru dalam melakukan
pembelajaran sehingga berdampak pada keterlayanan pendidikan anak berkbutuhan
khsusu.. Oleh sebab itu diperlukan inovasi pengembangan materi pembelajaran yang
relevan, interaktif dan menarik yang mendukung keberhasilan pembelajaran. Generasi
kelahiran pasca 1990 merupakan generasi milenial yang memiliki karakteristik tersendiri
yang menginginkan adanya keterlibatan, teknologi yang cepat, interaktif dan kerja
kelompok. Microlearning merupakan pilihan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan
preferensi siswa, mampu memotivasi belajar dan meningkatkan hasil belajar. Untuk
mengembangkan pembelajaran ekonomi dengan pendekatan microlearning berbasis
teknologi seluler menggunakan model ADDIE yang meliputi meliputi lima tahapan, yaitu
(a) analysis, (b) design, (c) development, (d) implementation, (e) evaluation. Data yang
digunakan adalah data primer yang diperoleh dengan penyebaran instrumen studi,
wawancara dan tes. Analisis data menggunakan analisis kuantatif dan disajikan secara
deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa produk Pengembangan materi
dengan pendekatan microlearning berbasis teknologi seluler memiliki tingkat validitas
95,3% atau sangat baik. Selanjutnya ahli desain pembelajaran memberikan tingkat valditas
93,7%, Ahli Materi pembelajaran 98,6%, Ahli teknologi 94,4%. Guru 96,2%, Siswa 97,2%
kelompok92,(% dan uji lapangan menunjukkan 91,8%. Hal tersebut menunjukkan bahwa
pembelajaran ekonomi dengan pendekatan microlearning berbasis teknologi seluler sangat
efektif dalam meningkatkan hasil belajar, motivasi belajar dan sangat sesuai dengan
preferensi belajar siswa.
Baca artikel lengkapnya di sini