PEMBELAJARAN DARING MEMBERIKAN BANYAK MANFAAT

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Seri Webinar Adaptasi Pembelajaran Pandemi Covid-19 yang dilaksanakan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus,  Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah memasuki pekan keempat. Salah satu tema yang dibahas pada webinar  pekan keempat ini adalah “Pentingnya Pembelajaran Online di Masa Covid 19, Praktik Baik dari Sekolah”  pada Jumat (24/7/2020).

Pada webinar  ini menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Ojat Darojat (Rektor Universitas Terbuka), Rizqi Rahmat Hani (Yayasan Guru Belajar),  Kasman ( Kepala Sekolah SMKN 2 Palu)  dan  Wahda Aulia (Siswa SMKN 2 Palu). Dan diskusi ini dimoderatori oleh Elisabet Indah Susanti dari Kampus Guru Cikal. 

Pada kesempatan ini, Ojat Darojat menyampaikan materi tentang  “Pentingnya Pembelajaran Online di Masa Covid-19″. 

Pada kesempatan ini dia mengatakan teknologi memiliki peran penting dalam pembelajaran. Dengan hadirnya teknologi ini  maka potensi guru akan semakin diperkuat. 

“Peran guru dalam pembelajaran tidak bisa digantikan oleh teknologi. Dan dengan adanya teknologi maka potensi guru akan semakin dikuatkan  melalui digitalisasi pendidikan,” ujarnya. 

Maka itu, teknologi menjadi alat untuk mengoptimalisasi layanan, meningkatkan kualitas interaksi akademik siswa dengan mengintegrasikan kecanggihan teknologi. 

Dengan adanya wabah pendemi Covid-19 ini, kehadiran teknologi benar-benar sangat dirasakan dalam proses pembelajaran. Sebab, dalam kondisi saat ini tidak dimungkinkan melakukan belajar secara tatap muka. maka belajar melalui online menjadi pilihan utama. 

Meski ada kekurangan dalam pelaksanaannya, pembelajaran online sejatinya memberikan manfaat yang banyak. “Pembelajaran di kelas dalam kondisi saat ini tidak dimungkinkan. Kita bisa mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran,” ujarnya. 

Manfaat belajar online atau dalam jaringan antara lain belajar dilakukan dimana saja dan kapan saja, belajar juga dapat disesuaikan dengan kapasitas masing-masing siswa. “Belajar online ini juga mengedepankan inisiatif dan independensi siswa,” ujarnya menambahkan. 

Lebih lanjut dia mengatakan pembelajaran online atau dalam jaringan ini interaksi akademik antara siswa dan guru tidak terbatas, bisa dilakukan selama 24 jam, sehingga ini bisa meningkatkan kualitas belajar siswa. ” Guru bisa melihat postingan siswa dan memberikan feedback tugas dari siswa. Sehingga interaksi bisa dilakukan secara luas. Maka keterlibatan siswa dalam pembelajaran itu semakin intensif,” jelasnya menambahkan. 

Dia mengakui bahwa pembelajaran online atau dalam jaringan memang tidak sepenuhnya memecahkan masalah dalam pembelajaran. Namun setidaknya melalui pembelajaran ini banyak manfaat yang diperoleh. “Jika guru memiliki kemampuan lebih dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran banyak manfaat yang akan diperoleh,” ungkapnya.