MENGHADIRKAN KREATIVITAS SISWA MELALUI BUKU MISTERI

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Guru SDN 28 Indrapura, Juni Hari Yanto, S.Pd.SD berhasil meraih juara II untuk katagori Guru Berdedikasi dan Inovasi  Guru Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif (SPPI) pada ajang Apresiasi Guru dan Kepala Sekolah Dedikatif, Inovatif, dan Inspiratif yang diadakan oleh Direktorat GTK Pendidikan Menengah (Dikmen) dan Pendidikan Khusus (Diksus). Pada ajang ini dia mengangkat praktik baik  bertema  “Melirik Buku Misteri Karya Siswa Indrapura”.

“Saya sangat bersyukur bisa meraih penghargaan ini. Dan ini akan menjadi motivasi agar saya bisa terus melakukan inovasi-inovasi lain dalam proses pengajaran,” ujarnya di Jakarta Senin (23/11).

Melalui Buku Misteri ini, dia menjelaskan proses pembelajaran jadi lebih menyenangkan dan berkesan bagi siswa. Sehingga siswa akan merasa lebih nyaman saat belajar.  “Pesan dari buku ini adalah melatih kreativitas siswa, dan melatih mereka sejauh mana tingkat kemampuan mereka dalam memahami materi dan mampu mempresentasikannya kepada siswa-siswa yang lain,” ujarnya.

Dia mengatakan dengan membuat karya-karya seperti ini siswa yang berkebutuhan khusus juga merasa senang. Sebab, siswa –siswa inklusif ini lebih suka belajar dengan membuat produk-produk.

“Membuat Buku Misteri ini untuk semua siswa. Tapi ini trik juga agar siswa ABK lebih nyaman saat belajar. Karena siswa ABK ini lebih cepat merespon jika membuat produk, dibanding hanya memberikan perintah mengerjakan tugas berupa tulisan.  Karena mereka lebih suka dengan hal-hal yang  dihasilkan, misalnya membuat karya,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa di SDN 28 Indrapura ini  ada 3 anak berkebutuhan khusus. Maka itu, dalam proses pembelajarannya harus bisa memberikan pelayanan kepada semua siswa.  “Kita harus memberikan pelayanan secara khusus kepada mereka, karena tidak bisa disamakan dengan siswa-siswa yang normal. Maka itu, di sinilah dibutuhkan trik dan kemampuan guru menangani siswa yang berkebutuhan khusus itu,” jelasnya.

Dia mengatakan selama ini dia melakukan dengan sentuhan-sentuhan khusus kepada mereka, misalnya dengan memberikan pendekatan dan perhatian yang khusus. “Apalagi di masa pandemi ini kita harus lebih memberikan perhatian kepada mereka sehingga bisa mengikuti siswa-siswa yang normal,” ujarnya menambahkan.

Pada kesempatan ini dia berpesan kepada guru yang mengajar di Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif (SPPI) agar benar-benar memberikan perhatian yang khusus kepada mereka. Sebab mereka belajar dengan siswa-siswa yang normal. “Jangan letih memberikan pelayanan yang khusus kepada  mereka, sebab mereka belajar dengan siswa yang normal,” demikian Juni.