MENGENAL KONSEP “GURU YANG BERDAYA”

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Profil guru Indonesia: Guru yang berdaya memiliki beberapa ciri yakni berjiwa Indonesia, bernalar, pembelajar, profesional, berhamba pada anak. Pada poin berhamba pada anak, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Iwan Syahril mengungkap kata tersebut berakar dari kata-kata Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara.

Asas ke-7 Taman Siswa yang merupakan buah pikir dari Ki Hajar Dewantara berbunyi: “Bebas dari segala ikatan, dengan suci hati mendekati sang anak, tidak untuk meminta sesuatu hak, namun untuk berhamba kepada sang anak.”

“Berhamba pada anak, saya mau klarifikasi dulu, ini memakai kata-kata dari Bapak Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara, itu analogi sebenarnya. Analogi yang menyatakan bahwa, apalagi Ki Hajar seorang bangsawan ya, jadi ketika dia mengatakan berhamba pada anak, analogi atau kiasannya adalah sebegitu kuatnya orientasi kepada murid, kepada anak, yang melandasi bagaimana pendidik itu bekerja,” kata Dirjen GTK Kemendikbud, Iwan Syahril dalam wawancara telekonferensi, Rabu (3/6/2020).

Senada dengan hal tersebut, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Praptono memaknai guru penggerak adalah guru yang berdaya dan bisa memberdayakan.

“Dengan guru penggerak ini paling tidak ada dua hal yang harus diwujudkan. Guru itu harus memiliki kompetensi sebagai guru Indonesia. Yang kedua, guru itu memiliki kepedulian, memiliki kemauan untuk mengajak guru-guru yang lain, yang ada di sekitarnya untuk menjadi guru-guru yang memenuhi kompetensi guru Indonesia,” ujar Praptono dalam wawancara telekonferensi