MENERAPKAN KONSEP MERDEKA BELAJAR DI MASA PANDEMI

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang telah ditetapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat situasi pandemi virus Covid-19 dinilai sebagai solusi paling tepat. Demikian diungkapkan Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Sukabumi, Jawa Barat, Rahmat Mulyana, Rabu (8/7/2020).

Menurut Rahmat, apa pun bentuk sistem pembelajarannya saat kondisi pandemi, yang terpenting adalah esensinya menciptakan ikatan batin antara guru dan siswa. Sehingga dengan begitu, ucap Rahmat, seluruh kegiatan belajar mengajar tetap dapat terlaksana meski di tengah situasi yang sulit serta berbeda dari biasanya.

“Meski melalui belajar dalam jaringan (daring), siswa tetap dapat menyerap ilmu. Ini juga merupakan penerapan dari konsep Merdeka Belajar,” kata Rahmat.

Rahmat menuturkan, ketika PJJ diimplementasikan, juga terbukti mampu membuat para guru berinovasi agar siswa dapat menyerap mata pelajaran meski tidak tatap muka.

“Kita sesuaikan dengan kondisi dan kenyataan di lapangan, mulai dari memanfaatkan media televisi hingga berbagai inovasi yang diberikan guru agar memudahkan murid mencerna pelajaran daring,” ujar Rahmat.

Berbagai kebijakan ditetapkan Kemendikbud untuk mendukung PJJ, antara lainnya, menggandeng TVRI menyiarkan tayangan Belajar dari Rumah maupun membolehkan penggunaan dana BOS dipakai berlangganan platform belajar online serta membeli pulsa internet.

Dukung Sistem Belajar Kombinasi

Hal lainnya yang disampaikan Rahmat adalah dukungannya untuk pelaksanaan sistem pembelajaran hibrida atau kombinasi antara PJJ dan tatap muka.

Rahmat berkomitmen, para guru bakal siap mengerahkan tenaga tambahan guna mendukung kelancaran program belajar kombinasi tersebut jika direalisasikan.

“Ini luar biasa, akan membutuhkan daya kerja lebih karena guru harus memikirkan pendidikan daring juga bertatap muka. Oleh sebab itu, kami akan membagi tugas kepada mereka untuk menangani kedua metode pembelajaran,” papar Rahmat.

Selanjutnya, agar seluruh metode pembelajaran dapat berlangsung efektif, tagihan-tagihan kurikulum tidak akan menjadi penekanan utama.

“Pastinya pemberian materi esensial harus siswa dapatkan. Kembali lagi inovasi dari para guru yang diprioritaskan agar anak didiknya tetap belajar meski dalam kondisi pandemi,” pungkas Rahmat.