Kunjungan Kerja Direktorat Guru Dikmen dan Diksus ke Provinsi Sulawesi Tengah

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang telah diluncurkan oleh Mendikbud Ristek, Nadiem Anwar Makarim pada tanggal 3 Juli 2020 dalam kebijakan Merdeka Belajar Episode 5: Guru Penggerak.

Dengan adanya Program Guru Penggerak, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan perlu melakukan pendekatan kepada Pemerintah Daerah agar Guru Penggerak didukung dan bisa diprioritaskan menjadi pemimpin-pemimpin pembelajaran di masing-masing daerah.

Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan telah melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Tengah, selama 4 (empat) hari terhitung sejak hari kamis s.d minggu, tanggal 26 s.d 29 Mei 2022. Pada kesempatan itu, Gubernur Sulawesi Tengah menerima kunjungan Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Dr. H. Yaswardi, M. Si bersama rombongan bertempat di ruang kerja Gubernur. Dalam audiensi tersebut, Direktur memberikan apresiasi karena respon positif yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terhadap program-program prioritas Kemendikbudristek.

Dr. H. Yaswardi, M. Si menyebutkan ada beberapa program prioritas dari Kemendikbudristek salah satunya adalah Program Guru Penggerak (PGP). Guru Penggerak adalah Guru-guru yang memang disiapkan bukan sekedar membelajarkan anak tetapi diproyeksikan dalam bahasa sederhana, yaitu pemimpin disatuan Pendidikan. Direktur mengharapkan guru-guru yang memenuhi syarat agar diberikan prioritas menjadi pemimpin disekolah sesuai dengan kebutuhan karena guru-guru tersebut adalah guru-guru yang potensial dan akan memberikan layanan optimal kepada anak disekolah.

Selain Program Guru Penggerak (PGP), Direktur Guru Dikmendiksus menyampaikan program prioritas lainnya yang ada di Kemendikbudristek yaitu Program Sekolah Penggerak (PSP). Ia menjelaskan bahwa Kepala Sekolah yang mengikuti Program ini mampu memberikan layanan optimal disekolah, dapat mengembangkan budaya yg aman, menyenangkan, lingkungan bersih, karakter bagus dan inklusi, mampu melakukan refleksi atau capaian, dapat menghasilkan profil pelajar Pancasila sepanjang hayat dan tentunya mempunyai karakter mulia.

Dalam kunjungannya tersebut, Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus memberikan respon positif dengan adanya wacana Gubernur untuk melaunching BOS Daerah. Dalam pertemuan tersebut, Direktur membahas terkait dengan status guru-guru honorer dengan tingkat penghasilan yang relatif kecil dengan keterbatasan sehingga membuat Mas Menteri memberikan ruang untuk ASN P3K dengan formasi yang cukup besar dan berharap pada tahun 2022 keterbatasan guru-guru yang ada disatuan Pendidikan terutama SMA, SMK, dan SLB agar dapat diusulkan untuk mengikuti formasi seleksi P3K dengan standart gaji PNS dimana secara keuangan sudah dipersiapkan oleh Kementerian Keuangan, melalui anggaran DAU (Dana Alokasi Umum) di daerah.

Sementara itu, Gubernur menyampaikan bahwa sesuai Visi dan Misi Gubernur dan Wakil Gubernur, Sekolah Gratis sudah berjalan kedepan melalui ABT Akan ditambah anggarannya sebesar 40 M untuk Sekolah Gratis Swasta. Gubernur Menyampaikan bahwa kemiskinan Kultural hanya dapat dihapuskan melalui Pendidikan dan Pembauran, oleh karena itu Gubernur berharap kepada Kementrian agar memberikan dukungan kepada Sulawesi Tengah untuk meningkatkan Kualitas Pendidikan di Sulawesi.