KEPALA SMKN 2 BUDURAN: MENGAJARLAH DENGAN HATI

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Mengangkat tema praktik baik  PJJ Maksimal Melalu “Superwoman Handal”, Kepala  SMK Negeri 2 Buduran Sidoarjo, Dra. Hj. Mariya Ernawati, M.M meraih juara III untuk Katagori Kepala Sekolah Berdedikasi dan Inovasi  Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada  ajang Apresiasi Guru dan Kepala Sekolah Dedikatif, Inovatif, dan Inspiratif yang diadakan oleh Direktorat GTK Pendidikan Menengah (Dikmen) dan Pendidikan Khusus (Diksus).

Dia menjelaskan Superwoman HANDAL adalah akronim dari Supervision and Wonderful Manajemen  HANDAL (Harmoy, Active, Nice, Digital, Applicable dan Loyal ).  “Saya sangat bersyukur apa yang kami lakukan mendapatkan apresiasi dari Kemendikbud. Dan apa yang sudah kami lakukan ingin memberikan yang terbaik bagi peserta didik,” ujarnya di Jakarta, Senin (23/11).

Dia mengatakan dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Sekolah dia memegang prinsip My School is My Family.  Dengan senantiasa memegang prinsip tersebut dia saat menjalankan tugasnya mengutamakan kebersamaan dan kekompakan. Dan alhamdulillah selama pandemi Covid-19 banyak karya yang diciptakan oleh guru dan peserta didik.

“Selama pandemi alhamdulillah terus bisa berkarya. Misalnya dalam literasi kita membuat karya tulis Smenda Aman Pandemi Melalui “Kencana Berseri”. Kencana Berseri ini akronim dari Kesiapsiagaan Satuan Bencana, Bersih, Sehat dan Riang. Selain itu kita juga membuat kewirausahaan,” jelasnya.

Apa yang telah dia raih ini semoga memberikan inspirasai dan bermanfaat bagi dunia pendidikan. “Saya lakukan ini dengan iklas. Semoga ini menghadirkan manfaat bagi yang lain,” ujarnya.

Menjadi teladan

Sebagai Kepala Sekolah yang paling utama adalah menjadi teladan. “Saya memiliki slogan satu keteladanan akan lebih bermakna daripada satu juta arahan,” ujarnya menambahkan.

Dia juga berpesan kepada guru agar dalam melakukan proses mengajar harus menyenangkan dan mengajarlah dengan hati. Menurutnya dengan cara inilah peserta didik akan merasa nyaman saat belajar.  “Mengajarlah dengan hati. Anggap murid-murid kita sebagai anak sendiri,”ujarnya.