DIRJEN TERUS INGATKAN MIMPI INDONESIA, SDM UNGGUL BERKOMPETENSI GLOBAL BERNILAI PANCASILA

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Iwan Syahril terus mengingatkan kepada sleuruh insan pendidikan di Indonesia tentang arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang mimpi Indonesia.

Mimpi tersebut adalah sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Dijelaskan Iwan, SDM unggul ini menjadi hal yang pokok dalam pendidikan.

“Hal yang paling utama dalam transformasi pendidikan kita adalah peserta didik. Ini adalah fokus kita semua dalam kerangka yang lebih besar bahwa negara kita pada saat ini berencana untuk mempunyai angan mencapai sebuah mimpi dengan syaratnya menurut arahan Presiden adalah SDM yang unggul. SDM unggul ini menjadi hal yang pokok di bidang pendidikan,” tutur Iwan dalam Pembukaan Bimtek Guru Pembimbing Khusus (GPK) Angkatan 3 yang ditayangkan di akun Youtube GTK Dikmen Diksus TV.

“Kita ingin SDM yang berkompetensi global, namun bernilai pancasila untuk mencapai visi Indonesia tersebut” sambungnya.

Iwan pun kembali mengingatkan tentang mandat yang dikatakan oleh Bapak Pendidikan, Ki Hajar Dewantara, bahwa menjadi guru itu adalah menjadi teladan, motivator dan pemberdayaan.

“Ini amanat dari bapak pendidikan Ki Hajar Dewantara Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani,” jelasnya.

Dia memperjelas, bahwa pendidik itu harus ingat, dia merupakan teladan, motivator dan pemberdayaan agar anak-anak didiknya bisa untuk mandiri .

Menjadi guru juga adalah sebuah amanat untuk menjadi pembelajar yang tak berkesudahan. Artinya menjadi guru itu dikatakan kodrat untuk menjadi pelajar terus menerus.

“Karena peserta didik selalu membawa keunikan-keunikan di zaman yang terus berubah yang terus menjadi teks bagi kita untuk terus belajar dan belajar,” tuturnya.

Pada saat ini era Revolusi industri 4.0, tantangan seluruh insan pendidikan adalah percepatan perkembangan zaman yang sangat cepat. Dan kecepatannya itu sudah pada level yang sangat distruptif, artinya guru dan tenaga kependidikan harus terbiasa untuk terus menerus beradaptasi dan belajar.

“Jika kita tidak belajar maka kita akan tertinggal. Apalagi jika guru yang tidak terus menerus belajar, artinya SDM unggul yang kita cita-citakan tidak akan terbentuk. Artinya mimpi bangsa kita untuk mencapai visi tidak akan tercapai,” tuturnya.

“Jadi baik itu menjadi teladan, baik itu motivator, pemberdaya dan pembelajar tidak berkesudahan, ini merupakan titipan saya buat semua guru,” sambung Iwan.