BUKA BIMTEK GPK ANGKATAN 5, IWAN SYAHRIL BANYAK BERIKAN PESAN MEMBANGUN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Iwan Syahril saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Pembimbing Khusus (GPK) angkatan ke-5 banyak memberikan pesan membangun kepada para guru yang menjadi peserta.

Pesan Iwan yang paling utama adalah bagaimana guru dapat terus membangun kepercayaan publik, bisa menjaga repurasi sebagai pelayan untuk anak berkebutuhan khusus dimana pemerintah dan guru ingin terus meningkatkan kualitas layanan dari waktu ke waktu.

“Fokus dari transformasi pendidikan gerakan perubahan yang kita lakukan pada saat ini, semua pemangku kepentingan dimana saja harus berpusat kepada peserta didik,” tuturnya.

“Kita membutuhkan SDM unggul yang dapat berkompetensi global untuk mencapai visi Indonesia 2045, yaitu yang berkarkater Pancasila, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotongroyong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis,” sambung Iwan.

Khusus untuk guru pembimbing khusus, Iwan meminta agar terus bertugas sebagai pelayan bagi pembelajaran anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah penyelenggara pendidikan inklusi.

Tidak hanya kepada guru. Dalam kegiatan Bimbingan Teknis tersebut, Iwan juga mengharapkan dan berpesan kepada para narasumber dan instruktur agar menyampaikan informasi arahan dan bimbingan kepada guru, guna dapat memberikan layanan-layanan pendidikan inklusi yang baik bagi anak berkebutuhan khusus.

“Karena itu ilmu-ilmu yang kita sudah pelajari semoga terus dapat kita tingkatkan, dan kita jadikan lebih baik lagi. Harapannya  kita semua bisa menjadi penggerak untuk menyebarluaskan informasi dan keterampilan pembelajaran dan pengalaman terkait dengan pendidikan inklusi, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus kepada rekan-rekan guru dan pendidik lainnya,” jelas Iwan.

Hasil dari pelaksanaan Bimtek ini akan menjadi perhatian Kemendikbud, termasuk Iwan sendiri, khususnya untuk bagaimana pelaksanaan dari kegiatan bimbingan teknis ini bisa meningkatkan kompetensi para peserta dalam menangani anak-anak berkebutuhan khusus yang sangat beragam sekali jumlah dan bentuknya. Tentunya peningkatan kompetensi tidak hanya berdiri sendiri, harus dapat diterjemahkan pada meningkatnya hasil dari anak-anak berkebutuhan khusus.

“Inilah hal pribadi yang akan terus saya cermati apakah kita bisa berhasil untuk meningkatkan hasil belajar untuk anak-anak berkebutuhan khusus,” tutup Iwan.