BNN: BONUS DEMOGRAFI JANGAN SAMPAI JADI BENCANA DEMOGRAFI

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Generasi muda saat ini adalah masa depan bangsa. Jika generasi muda saat ini kuat dan berkarakter maka Indonesia di masa depan akan menjadi bangsa yang kuat dan maju.

Demikian disampaikan Kepala Seksi Pendidikan dan Advokasi Badan Narkotika  Nasional (BNN), Eva Fitri Yuanita dalam Seri Webinar  yang digelar oleh Direktorat GTK Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dikmen Diksus) bertema “Aksi Guru Selamatkan Generasi Bangsa dari Narkoba” pada Kamis (15/10). 

Pada webinar  tersebut  Eva menyampaikan materi dengan tema “Hidup 100persen di Lingkungan Pendidikan Melalui Sekolah Bersinar”. 

Di awal, dia menjelaskan UNODC (United Nations Office on Drugs dan Crime) menunjukan bahwa pada tahun 2011 sekitar 167-315 juta orang dengan rentan usia 15-64 tahun pernah mengkonsumi Narkoba dan zat psikoaktif dalam hidupnya.  Dan dimana 10 persen sampai 14 persen akan mengalami permasalahan penyalahgunaan Narkoba. 

“Saat ini masalah penyalahgunaan Narkoba berdampak pada kesehatan dan salah satunya penyebab kematian di dunia,” ujarnya. 

Dia menjelaskan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan BNN pada 2019 menunjukan 240 dari 10.000 penduduk di Indonsia berumur 15-64 tahun terpapar dan pernah memakai Narkoba. 

Eva menjelaskan bahwa sebanyak 1,80 persen atau setara dengan 3.419.188 jiwa selama satu tahun memakai Narkoba. “180 dari 10.000 penduduk Indonesia berumur 15-64 tahun terpapar pernah memakai Narkoba selama 1 tahun terakhir,” ujarnya. 

Dia menjelaskan usia pertama kali menggunakan Narkoba berkisar 17-19 tahun. Jika melihat usianya,  ini adalah usia produktif dan generasi muda yang merupakan calon penerus perjuangan bangsa. 

Jumlah kasus narkoba yang menjerat pelajar dan mahasiswa juga sudah mengkhawatirkan. Eva menjelaskan sebanyak 1.105 pelajar dan 1.493 mahasiswa menjadi tersangka dalam kasus Narkoba. 

“Saat ini Indonesia sedang mengalami bonus demografi. Jangan sampai bonus demografi ini menjadi bencana demografi bagi Indonesia karena generasi mudanya terpapar Narkoba,” ujarnya. 

Maka itu dia berharap kepada guru dan tenaga pendidikan untuk terus memberikan pesan-pesan moral kepada peserta didik dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Orang tua juga memiliki peran penting agar anak-anaknya tidak terpapar Narkoba. 

“Pelajar yang sudah mengetahui bahaya Narkoba justru menjadi pemicu, karena mereka ingin coba-coba. Jadi untuk pencegahannya orang tua dan guru tidak bosan memberikan pesan moral tentang bahaya narkoba,” ujarnya.