Best Practice Betya Sahara, Guru SLBN Kota Banjar Baru Kalimantan Selatan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK DENGAN HAMBATAN PENDENGARAN MELALUI PROGRAM KHUSUS PKPBI DENGAN STRATEGI UNIVERSAL DESIGN for LEARNING (UDL) 

Peserta didik dengan hambatan pendengaran memiliki keterbatasan dalam aspek berbahasa, karena pengalaman mendengar mereka memiliki hambatan. Hal tersebut sebenarnya dapat diatasi jika mereka diberikan sebuah intervensi yang tujuannya memberikan pengalaman dalam mengenali bunyi bahasa, lambang bahasa serta makna bahasa. Intervensi dalam memberikan referensi berbahasa diberikan dengan tujuan mengurangi kemiskinan bahasa bagi peserta didik dengan hambatan pendengaran. Intervesi tersebut dapat diberikan melalui program Pengembangan Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama (PKPBI).

Proses Pembelajaran BKPBI utamanya pada saat pandemi dengan sebuah desain yang universal harus memperhatikan tidak hanya karakteristik dan cara belajar peserta didik namun juga learning support system yang dimiliki lingkungannya. Seorang guru dari SLB Negeri Kota Banjarbaru Bernama Betya Sahara S.Pd M.Pd, menuangkannya dalam sebuah best practice dengan judul Pengembangan Kemampuan Berbahasa Anak Dengan Hambatan Pendengaran Melalui Program Khusus PKPBI Dengan Strategi Universal Design for Learning (UDL).

Baca artikel lengkapnya di sini