AYO MENJADI “INSPIRING TEACHER” DENGAN 6 LANGKAH INI

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dikmen Diksus), Yaswardi memberikan tips bagaimana menjadi inspiring teacher (guru yang menginspirasi).

Dalam webinar “Kesiapan Pembukaan Sekolah dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Guru” yang ditayangkan di kanal Youtube GTK Dikmen Diksus TV, Yaswardi mengatakan ada 6 langkah untuk menjadi inspiring teacher.

Pertama guru harus memiliki empati, di masa pandemi Covid-19 saat ini guru harus memperkuat empati. Yang ke dua adalah mengembangkan kemampuan verbal (bahasa) yaitu bagaimana mengembangkan komunikasi yang nyaman.

“Ketiga membangun prilaku dan mental positif, jadi mental positif bapak ibu harus dibangun, apalagi kepada peserta didik yang selama ini belajar di rumah lalu datang sekolah. Bapak Dirjen mengatakan harus ada aktivitas psikososial, bagaimana seorang individual disaat bertemu dengan kelompoknya, dengan teman-teman sebayanya, apakah mereka itu langsung melakukan aktivitas pembelajaran? Sebaiknya satu hari dua hari berikan kesempatan untuk mendapatkan informasi-informasi apa yang harus dilakukan,” tutur Yaswardi.

Selanjutnya guru harus ingat bahwa murid adalah individu maknanya, guru harus memberikan perlakuan yang menyenangkan kepada siswa, membangun suasana agar anak sebagai mood booster kepercayaan diri anak.

“Jangan ada komunikasi yang membuat anak itu tidak percaya diri. Jangan sampai terjadi gangguan psikososial terhadap anak, anak bisa stres, bisa depresi, anak-anak bisa ketakutan. Jadi menjaga psikososial itu penting untuk anak,” tutur Yaswardi.

Kemudian respek dan ketahuilah bahwa mengajar adalah profesi yang mulia. Yaswardi mengatakan, Ki Hajar Dewantara mengatakan “jadikanlah sekolah sebagai taman belajar dan aktivitas mengajar adalah aktivitas yang menyenangkan”.

“Untuk itu, dalam kondisi bagaimanapun juga, tampillah kita sebagai sosok inspiring teacher, inspiring person yang bisa mengisnpirasi, yang bisa membuat anak-anak bangga dengan profesi kita sebagai guru,” tutup Yaswardi.