8 TIPS MENJAGA KESEHATAN MENTAL SISWA SAAT PANDEMIK COVID-19

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Pendidikan Menengah (Dikmen) dan Pendidikan Khusus  (Diksus) mengadakan webinar tentang “Dampak Psikologis Pandemi Covid-19 bagi Siswa”, ditayangkan via YouTube, 29 Juni 2020. Dalam webinar tersebut, dibahas bagaimana kiat-kiat atau tips menjaga kesehatan mental siswa saat pandemi seperti sekarang ini.

Tips tersebut diberikan oleh seorang psikolog, Deswarita Eryanti yang telah 18 tahun berkecimpung di dunia pendidikan dan mengatasi para siswa-siswa Sekolah Menengah Atas. Dalam Webinar tersebut, dia memberikan delapan tips untuk guru dan orang tua bagaimana mengurangi stres dan depresi pada siswa SMA/SMK atau remaja di tengah pandemi seperti sekarang ini.

“Saya melihat apa yang disampaikan dalam webinar ini harus disampaikan kepada orang tua, saya setuju, karena ini banyak hal yang kami sampaikan, orang tua juga harus tahu, karena anak lebih banyak di rumah. Mudah-mudahan bapak dan ibu guru nanti bisa menyampaikan,” tutur Deswarita.

Tips yang pertama adalah mempertahankan rutinitas harian dan membuat rutinitas baru. Dijelaskan Deswarita, walaupun anak-anak di rumah mereka memang tetap harus melakukan rutinitas harian mereka, yaitu belajar.

“Namun mereka juga harus membuat rutinitas baru. Karena kan ada waktu keberangkatan mereka ke sekolah, itu diisi dengan rutinitas baru yang dia senangi,” kata Deswarita.

Kemudian tips yang kedua adalah berdiskusi tentang Covid-19 dengan jujur dan dengan bahasa yang dimengerti. Hal ini kata Deswarita, dapat dilakukan oleh guru dan orang tua dengan bahasa yang santai dan tidak menakutkan bagi anak.

Yang ketiga, mendukung belajar di rumah dan tetap ada waktu bermain dan yang keempat adalah membantu mencari cara positif bagi anak untuk mengungkapkan perasaan.

“jadi bagi anak yang mengalami dampak psikologis karena si Covid ini harusnya kita cari cara untuk dia ungkapkan perasaan. Anak-anak kan biasanya punya talenta atau bakat-bakat tertentu, misal menggambar atau menulis untuk mengungkapkan perasaan,” jelas Deswarita.

Kemudian tips yang selanjutnya, membantu tetap bersosialisasi dengan teman dan keluarga secara online. Memastikan anak tidak menghabiskan waktu dengan gadget, mengembangkan hobi anak yang kreatif dan terakhir adalah meluangkan waktu untuk olahraga.

“Masalah olahraga itu saya menyarankan itu tetap diluangkan pada anak-anak, karena kalau di sekolah kan biasanya tiap minggu ada pelajaran olahraga, itu biar anak tetap bugar secara fisik. Karena kalau fisiknya bugar insya Allah dia berpikirnya juga akan lebih baik,” kata Deswarita.