3 POINT PENTING PEMBUKAAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Direktur GTK Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khsusu (Dikmen Diksus), Yaswardi mempertegas bahwa pembelajaran tatap muka bukanlah hal yang diwajibkan. Kemudian jika memang telah disetujui, sekolah di buka kembali maka pemerintah harus benar-benar memperhatikan berbagai hal.

Dalam webinar “Kesiapan Pembukaan Sekolah dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Guru” di kanal Youtube GTK Dikmen Diksus TV, Kamis (10/12/2020), Yaswardi mengatakan pembelajaran tatap muka harus diikuti dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Ada masa transisi dan masa kebiasaan baru yang harus dilewati oleh guru dan peserta didik dalam memulai kembali pembelajaran tatap muka.

“Masa transisi pada dua bulan pertama. Pada posisi sudah ada aktivitas pembelajaran tatap muka. Ada beberap hal yang harus kita pahami, mulai dari kondisi kelas, jadwal pembelajaran dan perilaku wajib,” tutur Direktur GTK Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dikmen Diksus), Yaswardi.

Pertama kondisi kelas, kursi telah ditata dengan rapi dan lengkap dengan perlengkapan protokol kesehatan. Jaga jarak minimal antara tempat duduk 1,5 meter. Jumlah maksimal peserta didik per ruang kelas, untuk Pendidikan Anak Usia Dini 5 orang dari standar 15 peserta didik, Pendidikan Dasar Dan Menengah 18 peserta didik dari standar 36 orang, dan SLB 5 dari standar 8 orang.

“Jadwal pembelajaran, sistem bergiliran rombongan belajar, disini shift, bisa double shift, bisa saja triple shift, ditentukan masing-masing satuan pendidikan. Jadi Kepala Sekolah dengan tim manajemen sekolah perlu mengkondisikan sekaligus memastikan ada berapa jumlah kelas kita, jumlah peserta didik kita, baru kita melakukan pemetaan,” jelas Yaswardi.

Terakhir, tentang prilaku wajib, peserta wajib menggunakan masker. Cuci tanganpakai sabun dengan air mengalir atau menggunakan handsanitizer.

“Jadi di kelas atau di luar kelas ada fasilitas air mengalirnya, yang bersih yang bisa digunakan kapanpun juga oleh peserta didik. Menjaga jarak 1,5 meter dan tidak ada kontak fisik. Kemudian menerapkan etika batuk atau bersin dengan tutup mulut, menolehkan kepala ke kanan atau ke kiri yang tidak mengenai kawan sekitar. Ini bagian yang harus diperhatikan,” kata Yaswardi.